Kenapa sih kita nggak boleh pacaran?

Pacaran. Siapa sih yang nggak tau apa itu pacaran? Pasti semuanya udah tau lah ya. nggak tau ndeso #eh. Kalo menurut wikipedia, Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga. bisa dibayangin? ya.

Nah yang akan aku bahas disini adalah kenapa kok kita enggak boleh pacaran? mungkin ada diantara kita ada yang masih nggak sreg. hahaha kali aja lho.

1.     Pacaran itu bukan budaya Islam

Kalo di islam adanya ya langsung nikah setelah melalui tahapan pengenalan (ta’aruf) secara syar’i. Pacaran tidak dilarang, asal sudah menjadi muhrim. Karena kalau tidak, itu akan mengarahkan pada perbuatan zina. Padahal di Qs. Al Isra’: 34 udah jelas2 disebutkan bahwa Janganlah kamu mendekati zina, Karena sesungguhnya zina merupakan perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.

Tapi beberapa diantara kita yang bilang kayak gini : “tapi aku masih terlalu muda buat nikah..” Nah, justru itu, kalo emang ngakunya masih muda sih ya harusnya diisi dengan hal2 yang bermanfaat dan sibuk meng-upgrade diri. Bukan malah menjalin hubungan. Jangan mengikuti hawa nafsu deh sob..

2.     Pacaran itu bikin hati enggak bersih

Hati itu ibarat papan kayu, maka pasangan hidup adalah pakunya. Sementara lubang yang tertinggal di papan saat paku dicabut adalah kenangan. Meski paku tak lagi bersarang, namun tubuh papan sudah banyak bolongnya. Hati yang sudah sering dipakai untuk pacaran, tentu sudah banyak bolongnya, terisi kenangan2 sama pacar. Jadinya ya kalau sudah menikah, rasa gregetnya sudah banyak yang hilang. Kasihan kan suami kita kalau kita kasih hati yang statusnya ‘sisa’. Yakin mau menikahi orang yg berani menentang perintahNya dgn Pacaran? Jelas2 disuruh untuk jangan dekati zina, mendekati saja tidak boleh..

Lagipula memang kita mau kalau dikasih hati yang ‘sisa’ sama suami kita nantinya? Ingatlah, wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan wanita yang tidak baik untuk lelaki yang tidak baik pula. Makanya memperbaikilah diri biar jadi pribadi yang lebih baik, biar besok kita di kasih suami yang baik sama Allah #eeaaa

3.     Pacaran itu boros uang

Nah, kalo yang ini hampir semua orang tau. Wkwk. Uang yang harusnya bisa dihemat mendadak habis karena buat nelpon pacar, SMS pacar, nraktir pacar, ngasih kado pacar dan  lain2 yang berhubungan dengan pacar. Mendingan duit nya ditabung daripada dibuat hal yang sia2 kek gitu ato nggak dikasihin ke orang2 yang lebih membutuhkan. ya nggak? 

4.     Pacaran itu boros pikiran

Masa muda itu harusnya dipakai untuk belajar, belajar, dan belajar. Jadi hati dan pikiran harus bersih tuh. Nah, kalau sudah penuh dengan bayangan pacar, bagaimana mau belajar dan mengukir prestasi? Daripada mikirin pacar, mending mikirin deh tuh rumus matematika. Lagian, belum tentu juga pacar mikirin kita sebagaimana kita mikirin dia #eeaaa

Ada lagi nih mulut yang bilang gini : “tapi pacaran itu bisa bikin semangat belajar..”. Amaca? Ciyus? Enelan? .__.  Oh jadi kamu semangat belajarnya karena pacaran? Ati2 tuh ilmunya bisa2 nggak berkah lhoo :’)

5.      Pacaran itu boros waktu

Sehari itu ada 24 jam. Itu juga dibagi2 untuk tidur delapan jam, belajar di sekolah kurang lebih delapan jam juga, lalu sisanya untuk nelpon pacar, ngingetin pacar buat makan, sholat, tidur lah, apa lah, dan apa2 sama pacar. Nggak bebas jadinya. Mending waktunya dipakai untuk hal lain yang lebih jelas manfaatnya. hoho..

6.     Tambahan nih, kata orang…….

Laki2 yg pacaran itu tidak gentle. hanya berani main2 saja.. tidak serius untuk mencintainya.. tidak berani langsung ngomong ke ortunya.. berjuta alasan muncul untuk menunda nikah dan membenarkan pacaran.. dgn alasan untuk lebih mengenal si calon pasangan.. berani itu mah ngelamar ke rumah, bukan senang2 dgn status Pacaran. Nggak siap nanggung resiko dunia akhirat?

Kalo untuk yang perempuan, ada yang bilang kalo perempuan yg pacaran itu murahan, mereka dengan mudahnya melepas kehormatan dan wibawa dia kepada seorang lelaki belum tentu halal baginya . mudah putus dan cari pacar lagi.. bener2 murahan. jangan mau didustai dengan status semu Pacaran. Yuk sibukkan dengan upgrade diri :’)

Ada lagi mulut yang bilang gini : “tapi kita pacaran nggak ngapa2in..” Lah trus ngapain pacaran? Gengsi? Status sosial? Nggak enak mutusin? Pikir lagi deh mendingan..

Ada lagi nih mungkin.. “tapi, hubungan kita serius kok” Serius itu mah nglamar. Jangan mau digantungin. Allah Maha Pencemburu lho…

Nah, mumpung kita2 masih muda, mendingan digunain buat hal2 yang lebih manfaat daripada buat hal2 nggak jelas kaya gitu. Fokus belajar katanya pengen kuliah di universitas -tuuuut- , kok tiap malem malah nggalau?

Enggak mudah memang tidak pacaran di tengah zaman millenium seperti ini. Dikatain macem2, nggak laku lah, sok suci lah, nggak gaul lah..  Tapi yakin deh, semua akan indah pada waktunya..

Yuk Move on, hapus kata Pacaran sebelum menikah. Jaga diri, jaga hati, jaga pandangan, jaga perbuatan, jaga lisan, jaga iman :’)

Aku bilang ini bukan berarti aku ngerasa paling bener ato bagaimana, tapi Maha Benar Allah dan mari kita bersama2 menuju ridho dan maghfirahNya..

Mari kita doakan saudara kita semoga cepet move on dari Pacaran, semoga jodohnya didekatkan dan hatinya dikuatkan. Insya Allah..

Maqbulatin Nuha :) ♥

Iklan

Satu pemikiran pada “Kenapa sih kita nggak boleh pacaran?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s