Squad Goals (Insya Allah)

POLOS

Tak mampu merangkai kata-kata manis. Ku hanya ingin bercerita bagaimana bersyukurnya aku setiap kali berada di samping kalian. Dipersatukan setelah kita struggle bersama dalam sebuah kepanitiaan yang bernama Tutorial Pendidikan Agama Islam yang cukup em.. ya tau lah ya. Tapi dalam kepanitiaan tersebut kami bisa mempelajari banyak hal, terlebih lagi dalam hal mempelajari karakter kita satu sama lain. dan juga dari TPAI ini menyumbangkan banyak sekali cerita yang bisa membuat kita selalu tertawa katika mengingatnya..

Oke skip.

Sekali lagi ku bersyukur bisa bersama kalian..

Diantara satu sama lain, kami memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda. Namun dari perbedaan karakter inilah yang kemudian menjadi warna dalam setiap pertemuan kita, yang intensitasnya tidak pasti.

Mungkin kita berbeda dengan genk-genk wanita yang selalu bersama setiap waktu.

Kita juga bukanlah squad goals ala anak-anak kekinian jaman sekarang.

Kita adalah kita.

Dimana kita di tengah kesibukan dan amanah masing-masing selalu berusaha untuk meluangkan waktu. Kita terima apa adanya satu sama lain. Ada yang suka cengengesan, ada yang dewasa, ada yang suka riweuh sendiri, ada yang suka cerita banyak, ada yang suka jadi pendengar yang baik, ada yang selalu ngasih nasehat, ada yang pendiem dan kalem (aku), ada yang suka bikin ketawa, ada yang alay dan narsis, ada yang sibuk banget, ada yang selalu ngajak makan, ada yang siap sedia diajak kemana aja, ada yang suka becanda tapi jayus, ada yang cuek, ada yang nggak jelas, ada yang care, dan banyak sekali..

Maafkan kalau aku hanya bisa menulis hal ini..

Maafkan aku yang selalu gengsi untuk mengungkapkan kata-kata ini..

Maafkan aku yang selalu merusak suasana ketika kalian wrote something sweet caption about us di Instagram.

Ya, inilah aku.

Aku bukanlah orang yang romantis. Bukanlah orang yang selalu mampu mengekspresikan rasa cinta agar kalian tahu kalau aku sayang kalian. Karena bagiku, perasaan cinta itu bukanlah sebuah ungkapan “aku cinta kalian”.

Tetapi tentang bagaimana kita selalu merasa bersyukur atas pertemanan ini, selalu bahagia ketika berjumpa satu sama lain, ketika kita bisa saling memahami dan mampu menerima kekurangan masing-masing.

Dan yang paling penting adalah..

Ketika kita teringat salah satu dari kita, yang terlintas di pikiran kita adalah tentang kebaikan-kebaikannya yang kemudian selalu membuat kita untuk ingat Allah.

Biarkan Allah yang memekarkan benih-benih persaudaraan di antara kita dan menjadikan pertemanan ini tidak hanya untuk kefanaan dunia, namun kekal di akhirat sana.

Pesanku untuk kalian, wahai saudari-saudari ku..

Please keep me on your prayers dan tegur aku jika aku khilaf dan lalai.

Kalau nanti kalian nggak nemuin aku di surga, tanyalah Allah tentang aku.. Semoga itu bisa menjadi syafaat buatku..

Thanks for being my unbiological sisters. Terima kasih Magfirotul Qibtiyah (Mage), Sakiinah Izzatii (Saki), Leeja Citra Korina (Leeja) atas segalanya. Kalian semakin membuatku bersyukur kepada-Nya, karena telah memberikan orang-orang yang terbaik untuk mengisi cerita kehidupan kita..

Best Regard, Maqbulatin Nuha.

A professional secret admirer.

—————————————————————————-

 

PS: KOK GW BOSEN YA CYIN BEREMPAT MULU, KAPAN KITA BER-8 YAK?? HEHEHEHE #KODEKERAS 

Iklan

4 pemikiran pada “Squad Goals (Insya Allah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s