Finally, School of Leader IX

S_4870087545261.jpg

“Pemimpin itu bukan dilihat dari jabatan atau banyaknya amanah yang ia emban. Pemimpin itu dilihat dari seberapa banyak kebermanfaatan yang telah ia berikan kepada oranglain..”

Itu tadi merupakan quote paling berkesan (versi aku) yang ku dapet dari rangkaian School of Leader IX. Masih membekas sampe sekarang atas apa yang terjadi pada hari-hari itu #cielah. Walaupun cuma bisa mengikuti acara selama 1,5 hari tapi ku merasakan banyak sekali hal yang bisa membuat aku termotivasi untuk terus bersemangat untuk menjadi sosok pemimpin yang seharusnya dan tentunya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ada momen dimana membuat ku terus berfikir dan selalu terngiang-ngiang hingga saat ini. Ya ada lah pokoknya. Heu.

Pada intinya, aku selalu merasa bersyukur bisa mengikuti serangkaian acara School of Leader dari awal hingga akhirnya bisa dilantik menjadi Alumni SOL angkatan 9. Alhamdulillah. Semuanya berawal dari ketua komisiku, teh Rani, yang mengontakku untuk menjadi delegasi SOL pas H-1 penutupan pendaftaran dan pada saat itu juga aku masih di Solo, padahal calon peserta harus ngirim berkas (hardfile) segala macemnya. Entah gimana itu caranya aku lupa, berkas pun telah diserahkan dan diri ini harus melanjutkan tahap selanjutnya, yakni wawancara. Dari sini aku kemudian tau kalo SOL ternyata ada seleksinya dan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sempet deg-degan sih, soalnya di-wawancara-nya sama ketua angkatan SOL VIII. Huvt. Wawancara pun berjalan lancar hingga akhirnya namaku tertulis dalam pengumuman peserta. Btw sebenernya aku tipikal orang yang selalu menghindari adanya kompetisi, makanya dari dulu kurang bersemangat kalo disuruh ikut lomba-lomba, ga semangat ikut yang namanya seleksi-seleksian, termasuk ini. Perlu mental juga sih buat ikutan ini. Haha

Kalau udah tertulis di skenario-Nya, semua bakal dimudahkan, bukan?

Tahap wawancara selesai. Aku kira aku bisa langsung mengikuti serangkaian acara School of Leader yang cukup terkenal itu #cielah. Aku salah. Aku dan para peserta lainnya ternyata masih harus mengikuti serangkaian acara yang dinamakan pre-SOL. Pre SOL diadakan setiap hari Sabtu dan setiap pertemuannya kita diwajibkan untuk menulis essay dan juga tugas perkelompok. Tugas kelompok aku bisa lihat disini (https://www.youtube.com/watch?v=0bTHe659STc) *eaa promosi*. Baca tulisan temen sekelompok aku juga yaa.. dia lagi meng-imdes satu persatu kelompok 4 hahaha. Klik disini.

S_4368921171676.jpg
Tugas Poster Nasionalisme Kelompok

Tapi aku seneng banget di Pre-SOL karena bisa ketemu temen-temen dari latar belakang yang berbeda-beda fakultas. Tapi masing-masing orang disini pada punya potensi untuk bisa jadi calon pemimpin baik untuk dirinya sendiri maupun buat pemimpin organisasi mereka. Gue banyak belajar dari mereka. Saling bertukar pikiran, mengemukakan pandangan yang berbeda-beda, membicarakan tentang impian dan target kehidupan, dan lain sebagainya. Seneng, setiap kali berada di sekitar mereka tuh jadi merasa masih butuh banyak belajar. Mereka pada keren-keren, inspiring! Maka dari itu ketika bareng mereka jadi semakin termotivasi untuk terus mengupgrade diri dan terpacu untuk berprestasi. Pokoknya mah aura positif nya selalu ngena gitu. Seriusan ini. Heu.

You need to associate with people that inspire you, people that challenge you to rise higher, people that make you better. Dont waste your valuable time with people that are not adding to your growth. Your destiny is too important. – Quote dari siapa yak lupa gw

school-of-leader
Pre SOL

Singkat cerita, setelah rangkaian pre-SOL selesai, diumumkanlah nama-nama yang lulus dan bisa lanjut ke School (sekolah beneran maksudnya, bukan pre-pre-pre). Semangat sebagian peserta mulai mengendur ketika tau School bakal diundur sampe setelah liburan semester dan libur lebaran. Jaraknya jauh banget soalnya. Tapi pas School nya alhamdulillah semangatnya balik lagi. Yeay!

S_4872200486435.jpg
Yonif 301/Prabu Kian Santang yang terletak di kaki Gunung Tampomas

Pas School, seperti yang  gue bilang diawal, gue ikutannya di hari keduanya yakni hari Sabtu, 3 Agustus 2016. Sempet nyesel sih ketika tau aku abis melewatkan materi tentang kepemimpinan dari Panji Aziz Pratama. Huhu. Yang belom tau doi siapa, beliau adalah salah satu dari 60 pemimpin muda dunia. Go google for further info about him. Selama SOL kita diajarin bener-bener konsep kepemimpinan, diajarin langsung di Batalyon Infanteri 301/Prabu Kian Santang (PKS) Cimalaka Sumedang sama pak tentara-tentara, tidur di barak, tidur pake kasur ala militer, makannya juga dikasih waktu cuma 3 menit, kita diajarin juga Peraturan Baris Berbaris (terakhir PBB pas kelas 8 SMA WKWK, tapi untung masih inget ehee), toiletnya juga harus antri gitu dan airnya bener-bener bikin tes kesabaran, jarak antara barak dan aula tempat biasa ngumpulnya jauh, dan lain sebagainya.

S_4872223625644kk.jpg
Tempat makannya kayak gini nih

Dengan konsep baru (berbeda dari tahun-tahun sebelumnya) yang menggunakan ala-ala militer ini membuatku banyak belajar langsung tentang kedisiplinan, team work, efisiensi waktu, kesigapan, ketegasan, dan lain sebagainya. Nilai-nilai tentang kepemimpinan nya bener-bener dapet banget ketika kita menerapkan semi-militer. Kerenn

sol-unpad
Tempat tidurnya kayak gini nih. Tapi enak tau, bisa nyenyak hahaha

Pada malam harinya, sekitar jam 22.00 kita dikumpulkan di lapangan tembak dan harus mengenakan jaket. Sudah menduga apa yang akan terjadi. Ah sudah biasa, pasti jurit malam dan sebangsanya. Benar saja, kita dibagi ke beberapa kelompok, cowok dan cewek dipisah, dan ntar bergantian untuk mendatangi beberapa pos yang telah disebar sedemikian rupa. Pos nya berbeda-beda. Pos pertama kita dicecar beberapa pertanyaan yang terkait dengan Keunpadan. Pos kedua kita diharusnya menjelaskan tentang aspek kepemimpinan, di pos ketiga kita diwajibkan untuk menyanyikan lagu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan tentang nasionalisme. Pos keempat tentang review dari semuanya. dan pos kelima disuruh jalan di semak-semak gelap. Selanjutnya kita duduk melingkar di tengah lapangan tembak tadi sambil menunggu kelompok lain yang belum kelar.

Di tengah dinginnya hembusan angin malam, basahnya rerumputan di lapangan tembak, gemerlapnya bintang-bintang di angkasa, akhirnya ku putuskan untuk membaringkan tubuh ini. Seperti biasa, I’m thinking about something. Sesuatu yang mengganjal di pikiranku. Yang menuntunku untuk terus berpikir dan berpikir. Ini terjadi sejak di salah satu pos, yang menurut aku horor banget. Horor bukan dalam artian mistis ya haha. Ya pokoknya di pos itu kita bener-bener under pressure banget. Heu. Tapi disana secara tidak langsung mereka mengajarkan kita tentang apakah kita masih bisa mengambil keputusan yang bijak di bawah tekanan yang bertubi-tubi, apakah kita tetep bisa berpegang teguh pada argumen kita, team work juga ditantang disitu, dan lain-lain. Menurut aku itu pos yang bener-bener bikin gue terus mikir (re:introspeksi) sampe sekarang. Bener-bener ngena. Ada perkataan yang bikin baper sihh HAHAHA. Makanya masih dipikir sampe sekarang. WKWKW

Ok skip.

stars-in-the-night-sky.jpg
Mirip banget kayak gini suasananya..

Masih dalam suasana syahdu dan romantis (ngeliatin bintang-bintang yang banyak bangeettt), gue masih mikir dong tentang perkataan yang tadi HAHAHA. Ketika yang lainnya pada maen tebak-tebakan, ngobrol-ngobrol, ada yang tepar tiduran, aku masih merenungkan atas apa yang terjadi di tadi. Lebay sih, tapi emang pas itu aku bener-bener mikir banget. Jatuhnya malam itu gue bener bener kayak lagi emosional gitu. Huhu jadi sedih. Tapi waktu pas liat bintang-bintang di langit (ini seriusan), gue langsung keinget Tuhan gue. Rasanya kayak Allah lagi dengerin gue banget dan Dia menenangkanku. Damai. Syahdu. Mau tau rasanya kayak gimana? itu kayak kamu lagi banyak masalah trus kamu sholat tahajud. Tiba-tiba nangis, tapi abis itu ngerasa lega sendiri.

Yea jadi curhat -__-

Akhirnya, karena waktu sepertinya mulai mendekati pukul 3 (ga tau waktu karena ga boleh bawa jam), dan dari panitia memperbolehkan kami untuk kembali ke barak untuk istirahat sebentar. Soalnya setelahnya kita dibangunin lagi. Singkat cerita, abis dibangunin itu kita disuruh praktik baris berbaris pagi-pagi buta sama bapak-bapak tentara. Sambil nahan dingin yang menusuk tulang, walaupun udah pake jaket tapi tetep kedinginan (soalnya jaketnya masih rada basah abis buat tiduran di rumput wkwk), kita praktik PBB selama kurang lebih 30 menit. WAW. Setelah itu kita diminta untuk bikin lingkaran besar. Abis itu dari panitianya ada orasi-orasi gitu, cukup menggetarkan. Pas disuruh nutup mata, pada saat itu juga kami disematkan pin School of Leader, sebagai simbol bahwa kami merupakan Alumni School of Leader IX. Alhamdulillah :’)

Image_95b3d9b.jpg
The Pin

Abis pelantikan, kami melakukan sholat subuh berjamaah di aula sebelah. Setelah itu agendanya dibebaskan mau ngapain aja dengan syarat pukul 7 kita harus ready. Semuanya udah rapih dan akhirnya kita foto-foto bareng. Agenda dilanjutkan dengan game yang dikemas seperti FGD. Game nya juga keren banget, filosofi dari maksud game ini dalem banget. Kita kayak main riddle gitu deh. Dalam kelompok tersebut harus sepakat untuk menebak 1 pelaku pembunuhan dengan clue-clue yang berbeda dan mengecoh.

 

IMG_4861.JPG
Gaming!

 

Dari game ini kita jadi tahu bahwa dalam mengatasi suatu masalah baik itu di organisasi ataupun pribadi, harus berdasarkan sumber-sumber yang jelas dan sesuai dengan data atau fakta di lapangan. Jangan setengah-setengah dalam menerima informasi, jangan mengedepankan asumsi atau common sense. Biasakan tabayun atau konfirmasi. Selain itu dalam game ini kita dituntut untuk saling menurunkan ego masing-masing karena tiap orang di kelompok memiliki pandangan masing-masing terkait siapa pelaku pembunuhan. Banyak banget nilai yang bisa diambil dari game ini. Jujur, ini game nya keren banget. Hehehe. Pengen nerapin ini ke temen-temen lain. HAHA

 

IMG_4809.JPG
Kita mencari siapa pelakunya, bukan apa motifnya. Noted.

 

And well.. Serangkaian agenda School of Leader IX akhirnya ditutup dengan agenda bebersih, pemilihan ketua angkatan dan juga upacara penutupan. Btw ku ucapkan selamat kepada Lingga Dibrata (IPOL 2014) yang terpilih sebagai ketua angkatan SOL IX. Semoga bisa menjalankan amanah dan tanggungjawabnya ini dengan baik. Amin.

Untuk temen-temen SOL IX semangat ya project akhir kita, Project of Action (PoA). Semoga PoA kita bisa membawa kebermanfaatan bagi banyak orang. Makin solid, makin kenal satu sama lain, makin menebar inspirasi, semangat berlomba-lomba dalam kebaikan, dan bisa mewujudkan jargon angkatan kita ke dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan organisasi kalian masing-masing. School of Leader IX? AKSI NYATA, BUKAN WACANA!!

Salam, Maqbulatin Nuha



SOL IX Kel 4.jpg
My team.
SOL IX Kelompok 4.jpg
“gaya bebas dong gaya bebas”
S_4870087456993.jpg
Ciwi-ciwi tangguh 2k16
School of leader IX.jpg
Kebanggaan Mamah Papah, UNPAD, dan Indonesia!
selfieeej.jpg
Selfie dulu, nggak selfie, nggak uuu

IMG_4979.JPG
Upacara penutupan

 

IMG_4889.JPG
Rebutan siapa yang bakal bersihin WC wkwk

 

SEKIAN.

BYE. THANKS FOR READING.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s