Renungan 20 Tahun

 

“She turned to the sunlight And shook her yellow head,And whispered to her neighbor- -Winter is dead.”.jpg

Malam ini, jam berbentuk apel warna biru-ku masih menunjukkan pukul 01.00 WIB. Padahal aku kira udah jam 4an, karena biasanya aku selalu ga sengaja terbangun sekitar jam segini. Saat aku bangun, ternyata aku masih mengenakan pakai mukena. Ah iya, aku ketiduran selepas maghrib tadi. Entah mengapa kemarin rasanya capek banget padahal sehariannya aku sedang libur kuliah dan agenda ku tidak sepadat biasanya. Seperti biasa, sebangun tidur aku ambil smartphone-ku untuk me-reply beberapa chat yang belum sempat terbaca. Karena aku sadar aku belum sholat isya, yasudah aku sempetin ambil air wudhu. Brrr, air di Jatinangor kalau masih pagi dingin banget! Cukup untuk menyegarkan mukaku yang masih belum sadar sepenuhnya ini. Kemudian ku melangkahkan kaki menuju kamar dan ini saatnya aku ber-taqarrub sama Tuhanku. Ah, kapan lagi coba? Saat sedang khusyuk ‘meminta’ banyak hal kepada-Nya (dasar manusia, bisanya cuma minta ini-itu, giliran disuruh, malah mikir-mikir dulu. Hmm), aku menyadari sesuatu.

Hari ini adalah tanggal 22 September, yang mana 24 jam lagi usia ku akan genap 20 tahun! Kemudian fokusku buyar. Aku berfikir.

Ya.

Kamu besok 20 tahun, Nuh.. begitu hati kecilku berkata.

Lalu seolah-olah dia mengingatkanku,

Udah ngapain aja selama ini? Udah 20 tahun lho, dan itu bukan waktu yang singkat, apa sih yang bisa dibanggakan dari kamu? Orang-orang akan menganggapmu sebagai pribadi dewasa, apakah dirimu benar-benar sudah dewasa? Kenapa masih suka ngeluh? Kenapa masih egois? Kenapa usaha kamu belum begitu serius untuk mancapai cita-cita yang udah tertulis di buku motivasimu itu? Kenapa kamu.. Kenapa kamu.. kenapa kamu..?

Banyak sekali pertanyaan dalam diri ini yang sepertinya merasa titel 20 tahun belum pantas disematkan untukku. Jujur saja, bagiku, usia 20 tahun itu bukan usia main-main. Usia 20 tahun adalah usia yang paling aku hindari dari dulu-dulu. Dulu ketika aku masih SMA, saat ulangtahunku yang ke 16, aku dengan senangnya berkata “Aku masih 16, dan usia 20 tahun itu  masih 4 tahun lagi, masih lama.” Meskipun kejadian itu udah 4 tahun yang lalu, tapi aku merasa aku baru saja ngomong kayak gitu kemaren. Ah Nuha, kenapa kamu tidak menyadari jika waktu terus berlari dengan sangat cepat? Mengapa kamu tidak berusaha mempersiapkan diri untuk menyambut 20 tahun hidupmu di dunia ini dengan perbaikan diri yang sungguh-sungguh?

Nggak tahu kenapa, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, aku tidak begitu senang dengan bertambahnya usiaku ini. Karena aku sedang tidak berada dalam usia yang main-main, banyak amanah baru menanti di depan mata. Sedangkan amanah-amanah saat ini masih menuntut tanggungjawab. Ah Nuha..

Tak terasa, tahun ini merupakan tahun ketiga ku di kampus sedangkan diri ini merasa masih banyak hal yang belum aku lakukan dan aku merasa belum serius untuk menguasai bidang studiku. Tak dapat dipungkiri lagi sebentar lagi aku lulus, dimana aku harus mulai memikirkan dan menyelesaikan skripsi, wisuda, setelah lulus bisa jadi aku bekerja bisa jadi aku nikah, jika aku memutuskan untuk menikah, amanah-amanah lain akan mengikutiku. Akan ada nyawa-nyawa baru yang akan meminta hak untuk mendapatkan kasih sayang dan bimbinganku seumur hidup mereka. Kemudian nyawa-nyawa itu akan tumbuh besar hingga ia akhirnya melahirkan nyawa-nyawa baru yang mereka akan panggil namaku dengan sebutan “Nenek”. Ya. Hidup akan secepat itu. Mimpi-mimpi masa muda akan ter-checklist satu-persatu seiring bertambahnya usia. Hingga akan tiba waktunya aku harus benar-benar fokus untuk mempersiapkan diriku bertemu dengan Penciptaku.

Tapi,

Itu kalau Allah masih kasih izin aku untuk hidup hingga 50 tahun yang akan datang.

Bagaimana jika,

Bagaimana jika besok Allah cabut nikmat bisa bangun pagi seperti biasanya? Bagaimana jika seminggu lagi, sebulan lagi atau setahun lagi, aku tidak bisa menjumpai teman-temanku? Bagaimana jika ternyata mimpiku yang sudah aku rancang sedemikian rupa tidak akan terealisasikan karena nyawa sudah tak bersenyam dalam diri ini? Bagaimana jika besok aku pulang ke Solo, bukan dijemput dengan senyuman dan tawa seperti biasa, namun dijemput dengan tangisan keluargaku, teman-temanku dan juga dengan iringan sirine ambulans?

Tunggu.

Emang iya mereka akan menangisiku? Emang iya orang-orang akan merasa kehilangan setelah aku tiada?  Emang aku telah berbuat baik ke banyak orang? Emang sebanyak apa sih kamu meninggalkan hal-hal baik ke orang lain, Nuh? Kamu yakin orang-orang bakal inget sama kamu ketika udah nggak di dunia? Sedangkan kamu selama ini masih gini-gini aja? Masih fokus pada diri sendiri, egois, enggan berkorban, tidak care, dan masih banyak lagi.

Ah, Nuha.. PR kamu banyak.

Jatinangor, 22 September 2016

Ditulis oleh Nuha yang besoknya ulangtahun. Doain.

—OOOO—

Dear Nuha yang sekarang.

Sudah saatnya usia 20 tahun mu ini penuh dengan peluh dan lelah untuk mencapai cita-cita abadimu. Jangan mengeluh. Jangan terlalu berfokus pada cita-cita duniawimu yang kamu sendiri nggak yakin apakah Allah masih kasih umur panjang buat mencapai cita-cita itu. Fokuslah memperbaiki diri, tingkatkan amal yaumi, fokuslah mendapatkan ridho-Nya, fokuslah menebar kebaikan dan kebermanfaatan, fokuslah menjalin hubungan yang baik dengan oranglain, semangatlah dalam mencari ilmu dan mencari kebenaran, dan yang paling penting, jagalah hubungan kamu dengan Yang Maha Pengatur Segalanya. Teruslah membenahi diri dan belajar. Tak apa lelah, karena sudah seharusnya dunia ini melelahkan, karena pemberhentian terakhir kita bukan disini, tapi di surga-Nya. Jadikan dirimu pantas mendapatkannya, Nuha. Selamat ulangtahun, sayangku. Be 20 something.

With love, Nuha di masa depan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s