Sepertinya Aku Harus Berhenti

S_6107181188675

Sang sopir sebenarnya menyadari kalau perjalanan yang ia tempuh masih jauh dan panjang.

Pada awal sebelum memulai perjalanan ini sang sopir sudah memperhatikan betul tentang bekal perjalanan dan bahan bakar. Dan menurut sang sopir, persediaan bahan bakar akan cukup buat sampai akhir perjalanan. Sudah ia pikirkan baik-baik.

Tapi,

Ternyata,

Ekspektasi memang selalu tidak sesuai dengan kenyataan.

Perjalanan yang ia tempuh terasa jauh lebih lama dari yang dibayangkan.

Terlebih lagi di tengah perjalanan ada banyak ‘kejadian’ dan ‘permasalahan’ yang membuat persediaan bahan bakar itu terus berkurang dan hampir mencapai batas minimum. Tidak hanya bahan bakar, mesin mobil pun ikut bermasalah karena terus-terusan dipaksakan melaju.

Sebenarnya sang sopir sudah tahu bahwa mobilnya sedang dalam keadaan ‘babak belur’ penuh dengan luka yang hanya bisa disembukan di bengkel. Tapi dia tidak peduli, yang ada dipikirannya adalah bagaimana caranya agar segera sampai ke tujuan.

Namun, sambil terus mengemudi ia terus berfikir. Ia makin menyadari bahwa apa yang ia lakukan saat ini sama saja bunuh diri karena akan menyakiti dirinya sendiri.

Lelah dan terluka. Itulah yang dia rasakan.

“Sepertinya aku harus berhenti..”, begitu pikirnya.

#TulisanAbsurd

#BukanApaApaKok

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s